Rabu, 26 April 2017

Random Toughts

Enggak terasa jarum jam sudah lurus tegak ke atas, menandakan bahwa aku harus segera mandi dan melanjutkan segala aktivitas malamku. Nightlife? Hell no. Aku lebih suka dikamar menikmati malam dengan komputer dan ditemani oleh tugas yang seakan enggak ada habisnya. Aku juga enggak mengeluh, aku sangat bersyukur karena bisa mengalami masa menjadi mahasiswa yang tentunya enggak mudah. Aku hanya berusaha meluapkan suara suara yang seakan enggak mau berhenti dipikiranku sehingga menjadikannya sebuah tulisan ,ya walaupun ini hanya seperti karangan anak SD.

Lalu apa yang membuatku kembali memikirkan sesuatu hingga keluar semuanya ini? Sebentar berikan aku waktu untuk mengingatnya kembali, butuh waktu untuk mencari dokumen yang telah usang. Apakah aku sedang galau? Sehingga pikiran ini selalu muncul? Ah tampaknya tidak, aku sedikitpun tidak merasa ingin bersedih, malah kebalikannya, aku ingin bersukacita dengan apa yang aku hadapi.

Jadi kamu sedang bahagia? Atau jangan jangan kasmaran?

Aku enggak tau, aku hanya menikmati semua hal ini dengan pikiran kosong, tapi aku tidak gila! Aku menikmati setiap hembusan ini dengan apik, seolah aku sudah tidak lagi peduli dan bersedih tentang sakitnya kehilangan. "Oh ini to yang dinamakan after ikhlas" pikiranku berkata tentang sebuah istilah baru yang tidak bersambungan.

Oh jadi kamu sekarang lagi move on? Ah bilang dong dari tadi

Enggak juga, tapi bolehlah dibilang begitu, lha wong pada dasarnya move on itu konsepnya berbahagia, melupakan yang lalu, dan menjadikannya sebagai pelajaran hidup.Simpelnya seperti saat aku menyelesaikan ujian, aku pulang tanpa beban, menikmati kebebasan setelah berbulan bulan belajar, tak peduli apapun aku merasa bebas, seolah apa yang aku perjuangkan telah usai, tinggal menunggu hasilnya. Aku yakin aku melalui ujian itu dengan baik kok.

Mungkin ini yang bisa ku katakan, aku rindu. Iya aku merasa rindu akan semua hal baik yang telah ku tinggalkan demi kebahagiaan yang fana, yang berbalik menyakitiku sendiri. Seperti tubuhku mengatakan "ayolah jangan sakiti dirimu, aku sudah malas dengan semua ini, kita harus segera bangkit dan mencari jalan"

Namun itu semua sudah bagian masa lalu, aku juga semakin dewasa setelah mengambil kembali semua hal baik yang telah kutinggalkan dahulu. Bahwa tanpa masa lalu, aku enggak mungkin jadi seperti ini. Ah kata kataku sendiri seolah menamparku dengan keras, tapi itulah kenyataan, untuk bisa berjalan harus perlu terjatuh, agar tidak dengkulmu mlocot berkali kali.

Kamu tau? Bahwa bulan bisa bersinar cerah lagi karena matahari? Setelah beberapa bulan mendung pekat selalu menyelimuti malam, dan membuat bulan itu seolah muram dan menakutkan.

Hei hentikan , kamu membuat seakan mendung itu adalah hal yang jahat!