Rabu, 14 Mei 2014

Bertahan Dari Guru Galak



Otak siswa bagaikan speaker odong odong, iya men. Kalau kebanyakan dipake, ngebul. Jarang dipake, jadi sarang burung.  Sebagai siswa (gagal) pinter kayak gue, harus pinter pinter ngatur jangka pemakaian otak.  Kalau nggak bisa ngatur sih, siap siap aja, wedhus gembel  keluar lewat telinga.

Setelah hampir dua tahun ngerasain beceknya jamban SMA, gue akhirnya tau cara bertahan hidup disini, diantara kalangan pintar dan keren  serta guru killer. Karena diluar sana gue yakin ada yang senasib sama gue, berikut caranya



Bertahan sama guru killer
Ada saatnya kita harus berhadapan dengan dia yang sense of humornya hilang ini. Sekalinya gagal bertahan, maka sukseslah kita menjadi siswa cupu dimata beliau. Menurut gue, nggak usah jadi sok baik dan sok pinter didepannya (oke, gue emang nggak pinter) yang kalian butuhkan hanyalah sekantong penuh nyali, nggak lebih dari itu. Biar nggak terkesan ingah ingih gitulah. Nah berikut gue kasih ilustrasi

Bad
“kamu, sini maju, kerjain nomer 1 sampai 2!” dengan nada tegas
(maju kedepan dengan menunduk ditambah muka melas)
“yang ini pak?”
(akhirnya soal bisa diselesaikan, plus bonus ngompol)
Tanpa jawaban, tanpa bantuan. Tragis

Good
“kamu, sini maju, kerjain nomer 1 sampai 2!” dengan nada tegas
(maju kedepan dengan muka yakin dan badan tegap)
“siap pak”
(usahakan rasa takut dibuang, dengan keyakinan akhirnya soal bisa dikerjakan serta mendapat “feel” keren)
Nyali men, nyali

Sayang otak sayang otak

Kadang pelajaran itu emang ganas, nggak ada ampun, contohnya pelajaran matematika. Seserius seriusnya kalian, kalau nggak ada materi yang nyantol, lebih baik tidur. Nggak usah dipaksa. Jatuh cinta aja nggak bisa dipaksa kok, gengsi dong sama jatuh cinta. Lebih baik istirahatkan otak bapuk kalian dan pelajari lain waktu. Percayalah kawan, masih ada kesempatan buat kalian paham suatu pelajaran. Entah besok, lusa atau tahun depan.

School its our second home

“anak anak sekolah itu bagaikan rumah kedua kita” kata guru SD gue dulu
Sejak hari itu, gue mulai menikmati hidup disekolah, yang tadinya gue maleeeees banget kalau pergi kesekolah, kini gue insaf. Tambah semangat lagi itu saat ngerasain jatuh cinta sama cewek satu sekolahan, berasa pengen nginep deh!
Karena sekolah merupakan rumah kedua, gue mulai melakukan hal hal kecil yang biasa gue lakuin dirumah. Gue ambil contoh yang paling sederhana, yaitu tidur. Biar tidur nyenyak saat pelajaran, usahakan bangku kalian ada di pojok belakang, jadi susah kelihatan. Tapi kalau kalian greget, silahkan tidur di bangku paling depan dan guru yang mengajar adalah guru tergalak.
Intinya dibuat enjoy aja deh sekolah itu, ada serius dan ada juga istirahat.

Salam anak IPS

0 komentar:

Posting Komentar